![]()
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tanggal 21 April merupakan hari memperingati kelahiran seorang wanita yang katanya seh wanita pertama yang memperjuangkan emansipasi di bumi nusantara ini. “…ibu kita Kartini…putri sejati…” sepenggal teks lagi yang dulu saat jamanya sekolah dasar masih sering kita nyanyikan. (tapi mungkin sekarang sebagian orang sudah lupa dengan lagu itu…
). Hari Kartini, yap Indonesia sedang memperingatinya. Semua berlomba untuk menyemarakannya. Terutama instansi pendidikan yang bisanya mengadakan berbagai lomba. Mulai dari lomba berpakaian adat, pemilihan siswi teladan, lomba masak siswa de el el. wah pokoknya bejibun kegiatan dah …
tapi yang menarik bagi saya adalah melihat beberapa ’penomena’ yang sedang terjadi di masyarakat saat ini yang lagi santer-santernya diberitakan di berbagai media… Ada Dewi Persik dengan goyang gergajinya, Julia Peres dengan Kondom dalam Kamasustranya, dan tentunya Ibu Menterei kita yang menulis buku ‘Saatnya Dunia Berubah’.
Pertama, kehebohan dewi persik. Sebenarnya sudah lama berita neh artis bikin heboh, mulai dari pernikahan mudanya sampain perceraiannya. tapi yang bikin heboh sekarang adalah pencekalan terhadapnya yang sering menampilkan goyangan gergajinya. Beberapa daerah sudah mencekalnya. Kita sebagai masayarakat sepatutnya dapat mengambil hikmah dari kasus sang Dewi ini… lama se
Kemudia ‘penomena’ kedua adalah berita menyangkut artis yang gak kalah hebohnya yang sering berpenampilan ‘zekzi’ Julia Perez yang meluncurkan album bertitel ‘Kamasutra’. Yang ternyata didalam kemasan CD/Casset album dangdutnya tersebut diselipi alat kontrasepsi kondom. Alasan Jupe, begitu beliau biasa disapa, bahwa adanya kondom tersebut untuk kampanya HIV/AIDS. Ternyata ini mendapat tanggapan pedas dari sang menteri Pemberdayaan Perempuan, Ibu Meutia Hatta. Belia menganggap strategi untuk kampanya HIV/AIDS tersebut kurang tepat dan malah bisa menimbulkan gejolak sosial di Masyarakat. Terlebih beberapa judul dan syair lagunya terkesan ‘horor’ …hehehe….
Yang ketiga, adalah kiprah sang menterei Kesehatan, ibu DR. Siri FadilahSupari. yang menulis sebuah buku yang katanya seh bikin telinga WHO dan USA kepanasan. di buku tersebut belian menulis beberapa kebijakan yang diterapakan PBB (WHO) yang dicurigai, disinyalir melakukan pengembangan virus Flu Burung di laboratoriumnya yang tertutup untuk khalayak umum… Beliu juga mencurigai ketika sebuah negara mengirimkan sebuah virus penyakit baru kepada WHO dengan dalih untuk dicari vaksinnya, kumungkinanan malah dilakukannya ’mutasi’ virus, kemudian hanya WHO sendiri yang punya vaksinnya dan dengan seenaknya dikomersilkan…dan ini sangat berbahaya sekali terutama bagi negara2 miskin. waw….. ngeri juga ya….
hm….memang saatnya kita berubah. perempuan juga manusia memiliki potensi dan kemampuan, tapi kita berharap semoga emansipasi yang diperjuangkan tetap pada kaidah-kaidah yang tidak mengesampingkan norma sosial masyarakat….Amin….. Hidup Perempuan Indoensi! (perempuan inndonesia yang peduli dengan negaranya! bukan yang hanya cari sensasi doang, dan semau pusernya aja…huuu…)